Pemberdayaan Remaja dalam Pencegahan Infeksi Menular Seksual melalui Peer Education dan Media Digital
Keywords:
Edukasi Kesehatan, Infeksi Menular Seksual, Media Digital, Peer Education, Pemberdayaan RemajaAbstract
Ancaman Infeksi Menular Seksual (IMS) pada kelompok remaja usia produktif memerlukan pendekatan pemberdayaan yang partisipatif dan inklusif. Hambatan budaya berupa stigma sosial, rasa canggung, serta maraknya informasi yang salah di platform sosial media menyebabkan tingkat literasi kesehatan reproduksi remaja masih tergolong rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok remaja dalam pencegahan IMS melalui integrasi strategi peer education (pendidik sebaya) dan pembuatan media edukasi digital yang relevan dengan tren remaja. Mitra sasaran program adalah 60 remaja yang terdiri dari pengurus Karang Taruna dan anggota Palang Merah Remaja (PMR) di Kota Pekanbaru. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap meliputi: (1) analisis kebutuhan dan asesmen awal (pre-test); (2) Training of Trainers (ToT) bagi pendidik sebaya; (3) implementasi diskusi kelompok kecil dan kampanye media digital interaktif (Instagram, TikTok, dan e-modul); serta (4) evaluasi pasca-intervensi (post-test) dan kepuasan mitra (CSAT). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata skor pengetahuan dan sikap proaktif pencegahan IMS dari 49,70% (kategori rendah) menjadi 88,75% (kategori tinggi) dengan pencapaian skor Normalized Gain (N-Gain) sebesar 0,78 (kategori efektivitas tinggi). Evaluasi CSAT mencatatkan skor kepuasan sebesar 92,6%, membuktikan bahwa kolaborasi antara pendidik sebaya dan media digital sangat disukai, efektif meruntuhkan rasa canggung, serta mampu meningkatkan keterlibatan emosional remaja secara berkelanjutan.