Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Edukasi Digital Pencegahan Infeksi Menular Seksual pada Remaja
Keywords:
Edukasi Digital, Media Sosial, Infeksi Menular Seksual, Kesehatan Remaja, SMAN 1 RengatAbstract
Edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) bagi remaja di SMAN 1 Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (INHU) masih menghadapi tantangan nyata berupa keterbatasan metode konvensional serta stigma sosial. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan media sosial (Instagram, TikTok, dan WhatsApp) sebagai sarana edukasi digital yang interaktif, komunikatif, dan responsif bagi remaja. Metode kegiatan menggunakan pendekatan Service Learning dan Social Media Health Campaign yang dilaksanakan melalui empat tahap utama: (1) analisis kebutuhan dan pre-test baseline, (2) pelatihan 15 Duta Digital Kesehatan (peer educators), (3) peluncuran kampanye edukasi digital multi-platform, serta (4) evaluasi post-test dan analisis keterlibatan (engagement). Sasaran program adalah 120 siswa SMAN 1 Rengat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman siswa tentang jenis IMS, jalur penularan, gejala, dan langkah pencegahan sebesar 42,8% (dari rerata pre-test 54,2% menjadi post-test 97,0%), dengan nilai N-Gain ratarata 0,93 (kategori tinggi). Tingkat keterlibatan kampanye digital mencapai 88,5% dengan skor kepuasan peserta (CSAT) sebesar 92,4%. Media sosial terbukti sangat efektif sebagai sarana edukasi interaktif yang memperluas jangkauan informasi medis secara ramah remaja dan berkelanjutan.