Pencegahan Pernikahan Dini di Lingkungan Masyarakat dalam Upaya Meminimalisir Angka Perceraian
Keywords:
Pernikahan Dini, Kesehatan, Siswa, ReproduksiAbstract
Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak terhadap tingginya angka perceraian, rendahnya kesiapan mental pasangan, serta meningkatnya risiko kesehatan reproduksi pada remaja. Kurangnya pemahaman siswa mengenai dampak pernikahan dini menjadi salah satu faktor yang mendorong perlunya edukasi sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang bahaya pernikahan dini serta upaya pencegahannya dalam meminimalisir angka perceraian. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Rengat Barat dengan menggunakan metode penyuluhan partisipatif yang meliputi ceramah, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Instrumen yang digunakan berupa lembar evaluasi, media presentasi, leaflet, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 65 pada pre-test menjadi 85 pada post-test atau meningkat sebesar 30%. Selain itu, siswa menunjukkan sikap yang lebih kritis terhadap fenomena pernikahan dini dan memahami dampaknya terhadap kehidupan rumah tangga serta kesehatan reproduksi. Metode penyuluhan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. Dengan demikian, edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya membentuk generasi remaja yang lebih siap secara mental, sosial, dan kesehatan reproduksi.